DEPARTEMEN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
PROGRAM
STUDI DIPLOMA IV FISIOTERAPI
LAPORAN STATUS KLINIK
NAMA
MAHASISWA : RADIARJUNI
NIM :
PO 714241072029
TEMPAT
PRAKTEK : RSUD BARRU
UNIT FISIOTERAPI
PEMBIMBING : dr. ITJE SEOPARDJO
Tanggal
Pembuatan Laporan : Makassar 25 MEI
2008
Kondisi/Kasus : Musculoskeletal
I.
ANAMNESIS
a.
Umum
Nama :
Ny. BN
Umur :
54 tahun
J. Klemain :
Perempuan
Agama :
Islam
Pekerjaan :
IRT
Alamat :
Pekka Pao
Diagnosis Medis :
Myialgia
Medika Mentosa : - Ranitipleks :
3 X 1
- Firoxicam : 2 X 1
- Cadiplam : 3 X 1
Dokter : Mohon di beri
tindakan fisioterapi dengan diagnosa suspek fraktur clavikula dextra. Oleh
dr.H.Syamsuddin Umar, Sp.PD.
b.
Khusus
- Keluhan Utama
Nyeri gerak padabahu kanan.
- Lokasi Keluhan
Bahu bagian kanan
- Penyebab
Kecelakaan lalulintas.
- Provokasi
Saat ditekan pada bagian tulang yang menonjol.
- Lama Keluhan
Sejak 1 bulan yang lalu.
- Sifat Keluhan
Lokal pada bahu bagian kanan.
- Riwayat Perjalanan Penyakit
1 bulan yang lalu pasien mengalami
kecelakaan laulintas saat ia mengendarai sepeda motor menuju ke tempat kerjanya.
Dengan keras mobil menyambar sepeda motor sehingga pasien terpental yang
mengakibatkan bahu kananya mengalami benturan pada aspal disusul dengan dada
bagian kanannya. Sehingga pasien terjatuh dengan posisi akhir tengkurap pada
aspal, pasien kemudian segera dilarikan ke RSU barru, untuk mendapatkan
pertolongan, saat itu pasien menjalani perawatan ke RS. Dr. Wahidin,pasien
melakukan foto rontgen dan oleh dokter pasien disarankan untuk melakukan
operasi pemasangan knail untuk mengembalikan, posisi clavikulanya pada posisi
semula. Namun karena tersangkut pada biaya dan dari saran dokter lainnya pasien
tidak menjalani operasi.
II.
INSPEKSI ;
·
Statis
ü Bahu Nampak asimetris
ü Dari depan Nampak tonjolan tulang clavicula pars lateralis.
ü Nampak asimetris clavicula dimana clavicula kanan lebih tinggi
dibanding clavicula bagian kiri
ü Dari arah lateral pasien anmpak condong ke depan.
·
Dinamis
ü Pasien secara aktif Nampak ragu meluruskan kedua lengan ke atas
ü Pasien mampu menggapai benda yang jauh didepanya.
II. PEMERIKSAAN FUNGSI
a. Quick test
ü Pasien diminta melakukan gerakan mengangkat lengan lurus ke atas,
hasilnya pasien mampu
ü Pasien diminta mengangkat kedua bahu, hasilnya pasien mampu .
c.
Pemeriksaan Gerak Dasar
Coracohumeral joint
·
Aktif
Protraksi : nyeri tetapi tidak terbatas,
Retraksi : nyeri tetapi tidak terbatas
Elevasi : normal
Depresi : normal
·
Pasif
Protraksi : nyeri, elastic
endfeel
Retraksi : tidak nyeri,
elastic endfeel
Elevasi : nyeri, elstic
endfeel
Depresi : tidak nyeri,
elastic endfeel
·
TIMT.
Kekeuatan otot lemah dan nyeri terasa saat gerakan elevasi dan
fleksi shoulder.
III. PEMERIKSAAN SPESIFIK
1. Palpasi
·
Ada peningkatan suhu pada area
yang mengalami nyeri
·
Terdapat nyeri tekan
·
Terdapat penonjolan pada ujung
clavicula pars lateralis
2. MMT
Didapatkan
hasil
·
Protraksi : 3+
·
Retraksi : 4
·
Elevasi : 3 +
·
Depresi : 4-
3. VAS nyeri gerak
Nilai VAS;
6,7 berarti tergolong nyeri sedang.
4. X-Ray
·
Aligment shoulder baik
·
Mineralisasi tulang baik Nampak
normal
·
Nampak adanya destruksi tulang
clavicula
IV. DIAGNOSIS FISIOTERAPI
Gangguan gerak dan
kemampuan fungsional bahu kanan akibat nyeri gerak karena dislokasi klavikula
dextra pars lateralis post trauma.
V.
PROBLEMATIK FISIOTERAPI
·
Nyeri gerak bahu kanan
·
Kelemahan otot akibat proteksi
nyeri
·
Gangguan ADL lengan kanan
berupa elevasi lengan.
VI.
INTERVENSI FISIOTERAPI
1). Tujuan
·
Jangka Panjang
Memperbaiki gerakan fungsional bahu kanan
·
Jangka Pendek
- Mengurangi nyeri gerak bahu
kanan
- Spaasme musculus upper
trapezius
- Meningkatkan kekuatan otot
- Mengembalikan/memperbaiki
ADL bahu kanan
2) Teknologi Intervensi
a. Teknologi Alternatif
MWD, interferensi, IRR, Manual therapy (friction) excersice
therapy,( pasif excersice, strengthening.)
b. Teknologi Terpilih
·
IRR
F : 3 x seminggu
I :-.
T : kontak langsung
T : 15 menit.
·
Friction
F : 3 X seminggu
I : ringan
T : transversal
T : 15 detik
·
Excersice therapy (pasif
Excersice)
F : 3 X seminggu
I : -
T : pasif
T : 1 menit
·
Excersice therapy
(strengthening exc)
F : 3 X seminggu
I : 6 hitungan dengan
3 kali repetisi
T : kontak
langsung/aktif
T : 30 detik.
VII. EVALUASI
Setelah 4 kali terapi
spasme upper trapezius nampak menurun, kekeuatan otot meningkat dan AKS lengan
membaik.
Pembimbing
HASBIAH S.Sit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar