Rabu, 08 Juli 2015

laporan status klinik



DEPARTEMEN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR PROGRAM
STUDI DIPLOMA IV FISIOTERAPI

LAPORAN STATUS KLINIK
NAMA MAHASISWA               : RADIARJUNI
NIM                                              : PO 714241072029
TEMPAT PRAKTEK                   : RSUD BARRU UNIT FISIOTERAPI
PEMBIMBING                            : dr. ITJE SEOPARDJO
 

Tanggal Pembuatan Laporan        : Makassar 25 MEI 2008
Kondisi/Kasus                               : Musculoskeletal

I.       ANAMNESIS
a.       Umum
Nama                                 : Ny. BN
Umur                                 : 54 tahun
J. Klemain                         : Perempuan
Agama                               : Islam
Pekerjaan                           : IRT
Alamat                              : Pekka Pao
Diagnosis Medis               : Myialgia
Medika Mentosa               :  - Ranitipleks                   : 3 X 1
- Firoxicam                     : 2 X 1
- Cadiplam                     : 3 X 1
Dokter                                : Mohon di beri tindakan fisioterapi dengan diagnosa suspek fraktur clavikula dextra. Oleh dr.H.Syamsuddin Umar, Sp.PD.

b.         Khusus
  1. Keluhan Utama
Nyeri gerak padabahu kanan.
  1. Lokasi Keluhan
Bahu bagian kanan
  1. Penyebab
Kecelakaan lalulintas.
  1. Provokasi
Saat ditekan pada bagian tulang yang menonjol.
  1. Lama Keluhan
Sejak 1 bulan yang lalu.
  1. Sifat Keluhan
Lokal pada bahu bagian kanan.
  1. Riwayat Perjalanan Penyakit
1 bulan yang lalu pasien mengalami kecelakaan laulintas saat ia mengendarai sepeda motor menuju ke tempat kerjanya. Dengan keras mobil menyambar sepeda motor sehingga pasien terpental yang mengakibatkan bahu kananya mengalami benturan pada aspal disusul dengan dada bagian kanannya. Sehingga pasien terjatuh dengan posisi akhir tengkurap pada aspal, pasien kemudian segera dilarikan ke RSU barru, untuk mendapatkan pertolongan, saat itu pasien menjalani perawatan ke RS. Dr. Wahidin,pasien melakukan foto rontgen dan oleh dokter pasien disarankan untuk melakukan operasi pemasangan knail untuk mengembalikan, posisi clavikulanya pada posisi semula. Namun karena tersangkut pada biaya dan dari saran dokter lainnya pasien tidak menjalani operasi.
II. INSPEKSI ;
·         Statis
ü  Bahu Nampak asimetris
ü  Dari depan Nampak tonjolan tulang clavicula pars lateralis.
ü  Nampak asimetris clavicula dimana clavicula kanan lebih tinggi dibanding clavicula bagian kiri
ü  Dari arah lateral pasien anmpak condong ke depan.
·         Dinamis
ü  Pasien secara aktif Nampak ragu meluruskan kedua lengan ke atas
ü  Pasien mampu menggapai benda yang jauh didepanya.
II. PEMERIKSAAN FUNGSI
a. Quick test
ü  Pasien diminta melakukan gerakan mengangkat lengan lurus ke atas, hasilnya pasien mampu
ü  Pasien diminta mengangkat kedua bahu, hasilnya pasien mampu .
c.       Pemeriksaan Gerak Dasar
               Coracohumeral joint
·      Aktif
Protraksi        : nyeri tetapi tidak terbatas,
Retraksi         : nyeri tetapi tidak terbatas
Elevasi           : normal
Depresi          : normal
·      Pasif
Protraksi        : nyeri, elastic endfeel
Retraksi         : tidak nyeri, elastic endfeel
Elevasi           : nyeri, elstic endfeel
Depresi          : tidak nyeri, elastic endfeel
·      TIMT.
Kekeuatan otot lemah dan nyeri terasa saat gerakan elevasi dan fleksi shoulder.
III.  PEMERIKSAAN SPESIFIK
1.   Palpasi
·      Ada peningkatan suhu pada area yang mengalami nyeri
·      Terdapat nyeri tekan
·      Terdapat penonjolan pada ujung clavicula pars lateralis
2.   MMT
Didapatkan hasil
·      Protraksi                   : 3+
·      Retraksi                    : 4
·      Elevasi                      : 3 +
·      Depresi                     : 4-
3.   VAS nyeri gerak



Nilai VAS; 6,7  berarti tergolong nyeri sedang.
4.   X-Ray
·      Aligment shoulder baik
·      Mineralisasi tulang baik Nampak normal
·      Nampak adanya destruksi tulang clavicula
IV.       DIAGNOSIS FISIOTERAPI
Gangguan gerak dan kemampuan fungsional bahu kanan akibat nyeri gerak karena dislokasi klavikula dextra pars lateralis post trauma.
V.          PROBLEMATIK FISIOTERAPI
·         Nyeri gerak bahu kanan
·         Kelemahan otot akibat proteksi nyeri
·         Gangguan ADL lengan kanan berupa elevasi lengan.
VI.       INTERVENSI FISIOTERAPI
1). Tujuan
·   Jangka Panjang
Memperbaiki gerakan fungsional bahu kanan
·   Jangka Pendek
-  Mengurangi nyeri gerak bahu kanan
-  Spaasme musculus upper trapezius
-  Meningkatkan kekuatan otot
-  Mengembalikan/memperbaiki ADL bahu kanan
2) Teknologi Intervensi
a. Teknologi Alternatif
MWD, interferensi, IRR, Manual therapy (friction) excersice therapy,( pasif excersice, strengthening.)
b. Teknologi Terpilih
·   IRR
F          : 3 x seminggu
I           :-.
T          : kontak langsung
T          : 15 menit.
·   Friction
F          : 3 X seminggu
I           : ringan
T          : transversal
T          : 15 detik
·   Excersice therapy (pasif Excersice)
F          : 3 X seminggu
I           : -
T          : pasif
T          : 1 menit
·   Excersice therapy (strengthening exc)
F          : 3 X seminggu
I           : 6 hitungan dengan 3 kali repetisi
T          : kontak langsung/aktif
T          : 30 detik.
VII.    EVALUASI
Setelah 4 kali terapi spasme upper trapezius nampak menurun, kekeuatan otot meningkat dan AKS lengan membaik.



Pembimbing


HASBIAH S.Sit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar